Sabtu, 16 Maret 2013

Strategi Mengajar Seorang Guru Matematika yang Handal dan Profesional

ebagian besar tanggapan menyatakan bahwa matematika merupakan mata pelajaran yang sulit untuk diajarkan maupun dipelajari. Karena untuk memepelajari matematika bukan hanya memerlukan tekhnik menghafal, namun juga memerlukan keuletan untuk banyak latihan dalam mengerjakan soal-soal yang berkaitan dengan pokok bahasan terkait yang sedang dipelajari. Dan dewasa ini, sudah sangat Nampak / mencolok dan seringkali terlihat perbedaan yang sangat besar dalam pencapaian hasil belajar matematika di antara anak yang sama usianya. Sehingga dari kenyataan bahwa tingkat pencapaian dan kecepatan pembelajaran matematika dari siswa yang satu dengan siswa yang lainnya sangat berbeda-beda menimbulkan dua pernyataan yaitu: Ø Jika laju pengajaran terlalu cepat, maka pemahaman tidak akan terbentuk Ø Jika laju pengajaran terlalu lambat, maka siswa akan menjadi bosan Perlu ditambahkan pula di sini, bahwa sejumlah orang berkeyakinan bahwa salah satu tujuan mempelajari matematika adalah untuk membantu mengembangkan cara berfikir yang teratur dan analitis. Luar biasa jika semua berfikir demikian hingga belajar dan mengajarkan matematika jadi kebutuhan untuk meningkatkan kedisiplinan dalam berfikir, namun tidak bisa dipungkiri bahwa ada saja yang berfikir bahwa belajar matematika itu membosankan dan tidak ada gunanya. Oleh karena itu saya mengangkat judul “Strategi Mengajar Seorang Guru Matematika yang Handal dan Profesional”. Agar di sinilah kita sebagai mahasiswa FKIP Program Studi Pendidikan Matematika supaya instropeksi diri, dan berusaha meningkatkan kualitas diri, agar bias menjadi pengajar matematika baik yang handal, profesional dan menyenangkan, serta bias menarik perhatian siswa agar mereka lebih semangat dan lebih merasa nyaman serta senang dalam belajar matematika. Hingga saat ini, kata beberapa literature dan para ahli, tak ada cara terampuh yang dapat digunakan untuk mengajar matematika secara efektif. Cara apapun yang digunakan ada kelebihan dan ada kelemahannya. Yang saya maksud “cara mengajar” di sini bisa meliputi metodE/teknik mengajar atau pun pendekatan mengajar (lebih tepatnnya pembelajaran). Berikut ada beberapa bagian keprofesionalan seorang guru yang merupakan inti dari sebagian besar penyelesaian masalah metode pembelajaran matematika yang dianggap menakutkan dan membosankan, namun sebelumnya kita ingat dalm sebuah hadis bahwa “Aku pernah mendengar Rosululloh shollallohu’alaihi wassalam bersabda: ’Sesungguhnya seluruh amal itu tergantung kepada niatnya, dan setiap orang akan mendapatkan sesuai niatnya. ...........” (Diriwayatkan oleh dua imam ahli hadits; Abu Abdillah Muhammad bin Ismail bin Ibrohim bin Mughiroh bin Bardizbah Al-Bukhori dan Abul Husain Muslim bin Al-Hajjaj bin Muslim Al-Qusairy An-Naisabury di dalam kedua kitab mereka yang merupakan kitab paling shahih diantara kitab-kitab hadits)[1]. Maka sebagai seorang guru yang baik, kita harus punya tujuan baik pula, Tujuan pembelajaran matematika yang saya maksud, ada dua hal, yaitu : 1. Tujuan jangka pendek. Tujuan jangka pendek pembelajaran matematika, sederhananya, adalah bahwa, siswa diaharapkan dapat memahami materi matematika yang dipelajarinya dan dapat menggunakannya pada pelajaran lain atau pada kehidupan (praktis) nyata dan bekal untuk jenjang pendidikan selanjutaitnya. 2. Sedangkan tujuan jangka panjang pembelajaran matematika, sederhananya, adalah bahwa siswa itu dapat mengambil “nilai-nilai matematika” dan mengaplikasikannya untuk kehidupan. Nilai-nilai matematika yang saya maksud meliputi: penalaran, kedisiplinan = ketaat-azas-an, kejujuran, kebertanggungjawaban, kesetiakawanan, keimananan, dsb. Setidaknya ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar tujuan pembelajaran matematika itu dapat tercapai. Ada sebuah pendapat yang menyatakan bahwa secara umum, dalam mengajar, seorang guru yang professional pertama- tama harus menguasai dan paham materi pembelajaran, kemudian kreatif dalam konsep, serta menguasai media pembelajaran dan mampu mengelola kelas dengan baik. 1. Menguasai dan Paham Materi Tentu saja seorang guru itu harus menguasai dan paham betul dengan materi pelajaran yang bersangkutan, karena tanpa itu bagaimana bias dia mengajarkan dan memahamkan suatu pembahasan dalam sebuah mata pelajaran kepada para siswanya. Karena tanpa itu, alur pembelajaranpun bias menjadi kacau. Dengan demikian, penguasaan materi dan kemampuan menyampaikannya (ke orang lain) adalah syarat perlu untuk mampu mencapai tujuan pembelajaran matematika, tapi ingat ini belum cukup. Belum cukup menjamin bahwa tujuan pembelajaran matematika itu akan tercapai. Namun, Seorang guru/pengajar yang pemahaman materinya dan penyampainnya bagus pun masih perlu belajar, memperkaya diri dengan banyak membaca, tak berpuas diri dengan kemampuan yang sudah dimiliki, dan tentunya perlu melakukan persiapan sebelum pembelajaran. Sehebat apapun seorang guru, bila mengajarnya tidak dipersiapkan, saya pesimis tujuan pembelajaran itu akan tercapai. Bagaimana dengan yang sudah berpengalaman? Ya, tanpa kecuali. 2. Kreatif dalam Konsep Yang perlu diperhatikan oleh seorang guru/pengajar, yang akan mengajar matematika, adalah bahwa: siswa yang belajar matematika itu kemampuannya beragam. Ada yang cepat menangkap pelajaran, ada yang biasa saja, dan ada yang kurang cepat. Mereka semua, pastinya ingin bisa matematika yang mereka pelajari. Seorang guru yang handal dan profesional juga harus kreatif dalam konsep, maksudnya, seorang guru harus pandai dalam situasi dan kondisi, faham betul dengan keadaan serta pintar dalam menyesuaikan keadaan tersebut dengan materi pelajaran yang akan dia ajarkan kepada siswanya. Sehingga dengan itu, para siswa akan lebih bersemangat dalam belajar, tingkat penerimaannya tinggi, dan mudah dalam memahami, serta mereka merasa senang dan nyaman dengan cara mengajar sang guru. 3. Menguasai Media Pembelajaran Tentu saja tidak ada alasan bagi seorang guru yang cerdas dan professional untuk tidak mempelajari berbagai media pembelajaran yang akan jauh lebih besar tingkat penarikan perhatian siswa terhadap mata pelajaran yang akan diajarkannya, apalagi seorang anak sangat menyukai hal-hal yang baru. Misalnya dengan LCD (power point, movie maker), dengan alat peraga, table atau grafik elektronik dan lain-lain. 4. Mampu Mengelola Kelas dengan Baik Seorang guru yang bijak dan professional faham betul bagaimana anak didiknya. Dia faham betul bagaimana memposisikan diri, hingga wibawanya muncul di hadapan anak- anak didiknya. Guru yang mampu mengelola kelas dengan baik adalah seorang guru yang mampu membuat dirinya sebagai objek perhatian para siswa dalam kelas tersebut. Bukan karena menakutkan atau aneh dari yang lain, namun karena telah handal dalam ketiga langkah sebelumnya yaitu menguasai dan paham materi pembelajaran, kreatif dalam konsep, serta menguasai media pembelajaran, hingga dengan itu ia manfaatkan peluang agar mampu mengelola kelas dengan baik. Dengan itu, tidak akan ada siswa yang mengantuk saat kegiatan pembelajaran berlangsung, apalagi melamun dan berbicara diluar dari materi pembelajaran, apalagi bercanda sendiri (forum di dalam forum). insyaAllah tidak akan terjadi. Wallahu’alam.. Dan satu hal yang selalu harus kita ingat, bahwa segala sesuatu itu memang tergantung pada niat, namun tidak semua proses sesuai dengan niat, oleh karena itu perlu kita ingat sebuah pepatah mengatakan bahwa “segala sesuatu yang berasal dari hati, insyaAllah akan sampai ke hati. Dan segala sesuatu yang hanya berasal dari mulut saja, maka sesuatu itu juga hanya akan masuk ke telinga kanan namun kemudian akan keluar lagi melalui telinga kiri..”. wallahu’alam bisshawab. Maka dari itu sebagai seorang guru penting juga bagi kita untuk memperhatikan hal yang demikian agar kita ikhlas dalam setiap ucapan, nasehat, serta bimbingan kita terhadap semua anak didik kita. Agar mereka juga bias menerima dan memahami dengan baik dengan setiap apa yang kita sampaikan, baik itu tentang pelajaran matematikanya, maupun pelajaran-pelajaran hidup yang bagus untuk diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari Amiiin… Sebagai guru yang professional, kita bias menyampaikan materi sambil berselang seling dengan bercerita tentang hal-hal yang ada manfaat pastinya, misalnya seperti; Matematika adalah ilmu yang mengatur semua aspek yang ada dibumi dan dilagit. Untuk menciptakan jagat raya ini Allah menggunakan matematika. Untuk mengatur untaian bintang di langit Allah menggunakan matematika. Untuk mengatur planet-planet di angkasa ini Allah menggunakan matematika.Untuk menciptakan mahluk-mahluk Allah menggunakan matematika. Untuk menciptakan manusia dengan segala aspeknya Allah menggunakan matematika. Untuk menciptakan elektron,proton dan bagian- bagiannya Allah menggunakan matematika. Untuk hidup sehari-hari kita semuanya menggunakan matematika. Kalau matematika digunakan untuk berbuat jahat,maka itu pastidapat balasan dari Allah,tetapi kalau matematika ini dipakai untuk kebaikan maka kita semua kita pasti akan dapat pahala. Konsep matematika dari TK sampai dengan universitas sebenarnya hanya pertambahan,pengurangan,perkalian dan pembagian. Jadi untuk mengajar matematika supaya anak-anak mengerti terlebih dahulu pelajari dulu konsep-konsep dasarnya itu,tentunya anak-anak harus diberikan latihan sebanyak-banyaknya dan harus serius mengerjakannya,jangan malas. Sebab jika belajar matematika malas,maka pasti tidak akan bisa dan tidak akan menguasai matematika itu dengan baik. Sebagai guru yang professional kita juga mesti sensitive dengan anak didik kita, guru harus tahu keadaan siswanya, apakah dia sedang bosan? Ataukah dia sedang malas? Dan lain sebagainya. Ada beberapa sifat yang juga harus dikuasai oleh “saya” sebagai seorang guru yang professional, yaitu mengevaluasi diri seperti : 1. Saya harus jujur Jujur mendengarkan suara hati saya dan suara hati mereka. Jujur bahwa saya tidak bisa menjawab semua pertanyaan dan harapan mereka. Jujur bahwa saya memiliki keterbatasan. Jujur bahwa saya sangat mencintai mereka dan ingin mereka berhasil. Jujur untuk mengatakan semua isi hati saya kepada mereka. Dengan itu mereka ada di hati saya, demikian sebaliknya. Insya Allah. 2. Saya harus sabar Sabar dengan apa yang saya miliki. Sabar mendengarkan keluh kesah mereka. Sabar mendengarkan harapan- harapan mereka. Sabar dengan perilaku mereka. Sabar dengan capaian akademik mereka saat ini. Ya, tidak semuanya seperti yang saya harapkan. Tidak semua harapa saya terjadi saat itu juga. Itulah pendidikan, kadang hasilnya baru kentara setelah karun waktu yang cukup lama. Sabar tiada batas. 3. Saya harus tegar Sejauh urusan siswa, saya harus tegar menghadapi semua hambatan. Hambatan datang dari segala arah, temasuk dari pimpinan saya, teman saya, keluarga saya dan keluarga mereka. Sesungguhnya, kadang masalahnya hanya pada kemampuan berkomunikasi saja. Tetapi, di hadapan mereka, memang saya harus benar-benar tegar, dapat diandalkan. 4. Saya harus mau belajar Ya belajar apa saja yang bermanfaat bagi semua. Kemampuan mengajar saya dulu didapat dari FKIP, sungguh sangat terbatas dan cukup untuk meghadapi dunia masa kini. Maka saya belajar, membaca, bertanya atau berdiskusi denga teman sejawat atau dengan siapa saja, bahkan dengan siswa. 5. Saya harus berdoa untuk kemajuan siswa Saya pernah bertanya kepada teman- teman guru, kapan terakhir berdoa untuk siswa? Berdoa secara khusus untuk siswa saya, ternyata lebih mendekatkan saya kepada mereka. Dan hati saya menjadi plong. 6. Saya tetap manusia Demikian juga dengan siswa saya, punya rasa, punya mata punya telinga…… 7. Saya harus minta maaf Maafkan saya, ya Allah. Maafkan saya, wahai para siswa. Karena bagaimanapun juga, sengaja atau tidak, pastinya saya pernah berbuat salah. Sekali lagi saya tegaskan, berdasarkan literature dan pendapat para ahli, tak ada cara mengajar matematika terbaik/ terampuh. Dengan demikian, sederhanya seperti ini. Jadi di sini tugas kita adalah untuk menciptakan agar anak-anak itu senang belajar matematika,berikan anak- anak kepercayaan dan tanggung jawab untuk bisa menyelesaikan soal dengan baik.jadi strategi dan metode mengajar harus terus dikembangkan,sehingga dapat ditemukan hal-hal yang baru. Demikian strategi mengajar seorang guru yang handal dan professional (menurut saya dan menurut buku-buku serta situs-situs di internet yang sependapat) yang tidak tersusun dengan baik, namun insyaAllah setidaknya barangsiapa yang mau mencoba hal-hal yang saya jelaskan seperti di atas, dan kemudian sebagian besar siswa-siswinya menjadi senang dan punya pemahan banyak tentang matematika dengan keadaan baik dan penerimaan yang ikhlas, maka dialah seorang guru yang handal dan profesional itu. InsyaAllah..

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar